

RESENSI NOVEL
“CINTA PARA DEWA DEWI”
Nama : Nabilah
Nur Hidayah
Kelas : XI IPA
4
No. Absen : 21
SMA N 1 BUMIAYU
TAHUN 2013/2014
Judul buku : Cinta Para Dewa Dewi
Pengarang : Kahlil Gibran
Penerbit : Zettu
Kota : Jakarta Timur
Cetakan : cetakan 1
Tahun Terbit : 2013
Halaman : 204
Ukuran :
13 x 19
Di balik kesunyianku, ada
kesunyian lain. Dan bagi ia yang tinggal di sana, kedamaianku bagaikan angin
puyuh dan kegembiraanku hanya sebuah puisi. Uang bukanlah bagian cinta yang
sesungguhnya, uang adalah sumber cinta yang berpamrih, itulah kepalsuan cahaya
penerang dan keberuntungan, itulah penyebab adanya derita di masa tua !. aku
tak tahu harus berkata padamu, kekasihku, jiwaku menderita karena perpisahan,
dan seolah-olah kau tak pernah merasakan itu ! kau lebih bahagia, melihatku
menderita menggandeng laki-laki lain yang tak kucintai. Di lembaran diary ini,
aku menulis rahasia hati yang sesungguhnya, sungguh apa yang terjadi di
kehidupanku. Diary ini, akan ku berikan kepada adik kecilku.
Sungguh, aku menaruh hormat pada
suamiku, ia selalu berusaha membahagiakan aku dan menyenangkan hatiku dengan
seluruh harta kekayaan yang dimilikinya. Namun, aku merasa itu sama sekali tak
berarti dibandingkan cinta sejati yang melintas sekejap dalam putaran waktu.
Dan sekarang mereka sedang berada di ladang kebingungan. Meski tak tampak, aku
percaya bahwa kebingungan adalah awal dari pengetahuan.
Tuhan telah menciptakaku dengan dua
tubuh dalam satu jiwa, dan perpisahan tidak akan meninggalkan jejak apapun
kecuali penderitaan yang berkepanjangan. Jiwaku menasehatiku, cinta telah
menjadi lingkaran cahaya tanpa awal maupun akhir, cinta mengelilingi setiap insan
dan perlahan akan merengkuh semuanya.
Jiwaku menginginkan keabadian.
Penantian hatiku mengatakan bahwa kedamaian hanya dapat kujumpai dalam kubur.
Lelap telah merangkul jiwa-jiwa lelaki, sementara diriku yang masih terjaga.
Cinta telah mendekatkan diriku kepadamu, tapi kecemasan hati menjauhkannya
darimu. Hidup ini bagaikan isi hati seorang perampok yang berdenyut dengan
ketakutan dan kejahatan.
Lembaran tulisan pemuda itu,
mengisaratkan bahwa waktu yang telah mengikat hati, mengokohkan kepercayaan
tentang adanya. Keabadian dan nyala jiwa yang takkan pernah padam.
Novel yang berjudul cinta para dewa
dewi ini mempunyai cerita yang menarik, gaya bahasa yang digunakan puitis.
cover yang di gunakan juga menarik, sehingga mampu menumbuhkan minat untuk
membacanya. Tetapi, di samping itu novel ini juga mempunyai kekurangan kertas
yang digunakan buram, dan butuh pemahaman yang dalam agar dapat memahami
ceritanya bagi penikmat novel biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar